Minggu, 10 Mei 2015



          Akademisi Islam Sebagai Agent Of Change

Di era globalisasi sekarang ini, masih banyak di kalangan masyarakat khususnya para remaja yang mengaku dirinya islam. Namun, sikap dan perilakunya tidak sama sekali berkarakter islami. Bahkan tidak sedikit di antara mereka yang berani menentang agama islam itu sendiri demi popularitasnya. Semua itu terjadi karena dorongan dan pengaruh globalisasi serta adanya prinsip yang lebih mementingkan kehidupan dan kenikmatan dunia, tidak ada sedikitpun yang terlintas di pikiran mereka bahwa dunia ini hanya sementara dan akhiratlah yang kekal.
Pikiran mereka sudah terhasut akibat kecintaan mereka terhadap dunia. Sikap dan perilaku seperti inilah yang membuat manusia sekarang dengan mudahnya melakukan maksiat dan dosa tanpa memikirkan bahwa itu dosa kecil atau dosa besar. Semua ini terjadi karena tidak adanya rasa takut kepada Sang Pencipta. Salah satu faktor yang paling berpengaruh terhadap kehidupan sekarang adalah masuknya pengaruh-pengaruh dari luar yang dapat mempengaruhi gaya dan pola hidup masyarakat islam.
Dewasa ini, khususnya di kalangan mahasiswa. Mereka banyak yang berlomba-lomba masuk organisasi yang berlandaskan islam dan saling memperlihatkan kehebatan mereka dengan  beradu retorika, akan tetapi tidak semua organisasi yang mengaku berlandaskan islam itu betul-betul mengkaji tentang islam. Mengapa demikian? Apakah mereka beranggapan bahwa organisasi islam itu hanya sebagai bahan mainan belaka? Jika seperti itu, maka celakalah mereka yang beranggapan demikian. Padahal Allah SWT. Menciptakan  agama itu bukan sebagai bahan mainan atau senda gurau, melainkan sebagai penyelamat dan landasan kita sebagai hamba Allah.
Melihat perkembangan zaman yang semakin hari semakin jauh dari syariat islam. Maka, di perlukan sebuah agent perubah yang bertujuan untuk menarik kembali umat islam yang sudah berjalan jauh meninggalkan kewajibannya sebagai umat islam. Akademisi islam sebagai Agent Of Change akan berusaha menegakkan dan menjunjung tinggi serta mengamalkan syariat islam agar terwujud masyarakat islam yang sebenar-benarnya.
Menjadi akademisi islam sebagai Agent Of Change tidaklah mudah, di perlukan kesabaran, keikhlasan, keyakinan, dan akhlak yang baik sehingga mampu menyaring pengaruh dari luar yang bertentangan dengan syariat islam, serta kesadaran diri sendiri untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak berguna dan hanya menyita waktu dengan sia-sia. Akademisi islam sebagai Agent Of Change harus pintar-pintar mengatur dan mempergunakan waktu untuk hal-hal yang bermanfaat, senantiasa mengabdi demi kepentingan masyarakat  serta mampu menyeimbangkan antara urusan dunia dan urusan akhirat.
Dengan demikian maka terciptalah akademisi islami yang berakhlah mulia yang senantiasa beramar ma’ruf nahi mungkar dan mampu menjadi masyarakat islam yang sebenar-benarnya.

Penulis,

Nining wahyuni